
Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG - Hallo, selamat sore bertemu lagi dengan website Cerita Dewasa terpanas sesi kali ini kita akan bahas hal mengenai Seputar Cerita Dewasa cerita dewasa perjodohan islami wattpad Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG baca selengkapnya
Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG
Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG
– Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang suah saya publish ialah Cerita Dewasa Diperkosa Oleh 3 Orang Wanita. Cerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita amoral terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita cabul janda binal | Hai, namaku Dony. Aku tinggal di Yogya melainkan tidak di kotanya melainkan hanya di pedesaan marginal kota gudeg itu. Karena tidak mempunyai uang buat kuliah oke ai semasa beberapa bulan ini selepas pengumuman kelulusan SMU hanya menganggur sahaja di rumah.
Cerita Sex Terhot Sebuah Pemerkosaan ABG Cantik
Ilustrasi Foto Pemerkosaan ABG IGO Seksi
Cerita ini melambangkan insiden nyata di satu desa T***** di marginal kota Yogya pada warsa 1990-an, dengan ini menjadi sebuah trauma di desa saya, sehingga saya memberikan nama-nama samaran biar tidak membebani pihak lain.
Pada pertengahan bulan Maret warsa 1990-an, desaku kedatangan sekelompok siswa yang akan melakukan KKN. Mungkin karena ini adalah baru perdana kalinya desaku oke area arah KKN sehingga orang desaku sangat gembira mengikuti akan sedia siswa yang akan beserta mendukung meringankan beban pada membentuk desa abdi pertama akal dusunnya.
Kebetulan bangunan tinggal yang di pinjamkan akibat akal dusun buat sekelompok siswa itu bersebelahan dengan bangunan saya, sehingga menurut otomatis saya oke bisa berkenalan dengan mereka. Mereka beranggotakan delapan orang, panca di antaranya cowok, tiga yang lainya cewek. Kebanyakan mengatur bukan orang Yogya asli. Mereka sedia yang berasal dari Bandung, Sumatra, dengan Sulawesi, cuma eka orang yang berasal dari Yogya.
Mereka ditugaskan akibat akal dusun desa saya buat membentuk sebuah kamar asian umum buat alat desa yang semasa ini belum terbangun. Setiap hari, kala mengatur sibuk dengan aktivitas mereka, ai acap memperhatikan alpa eka anggota bikir dari ketiga mahasiswi tersebut. Ia bernama Windy, usianya sekeliling 22 tahun, lebih tua 3 warsa denganku detik itu. Tingginya sekeliling 167 cm, asalnya dari Bandung. Para pembaca ingat sendiri kan kalau orang Bandung umumnya berkulit putih mulus.
Aku acap memperhatikan Windy karena tubuhnya yang indah dengan bahenol itu, ia memakai BH yang berukuran mungkin sekeliling 34 atau lebih, karena tentu payudaranya sangat menonjol, lagi pula detik kerja ia hanya menggunakan Alkus ketat dengan memakai celana gunung hanya pada bagian atasnya saja, mungkin karena panas sehingga bagian bawahnya tidak dipakainya detik bekerja, kendatipun detik berdiri hanya sampai lutut, melainkan detik mencangkung atau beristirahat bersila, pahanya yang putih mulus itu sangat terlihat bayan dengan detik berkeringat, BH-nya terlihat bayan karena tercetak teperdaya keringat. Aku bayan sangat jatuh dengan bernafsu, lagi pula di desaku jarang melihat bikir putih secantik dia.
Suatu ketika, detik mengatur alang beraksi keras, entah apa pasal Windy minta diantarkan temannya ke area tinggalnya yang berjarak sekeliling 200 m dari area kerjanya, ai melantas mengikutinya karena hanya gadis itulah yang ai sukai badan seksinya.
Sesampai di bangunan mereka, Silvi teman Windi yang mengantarkannya, diminta Windi buat segera kembali ke teman-temannya buat mendukung aktivitas yang alang mengatur kerjakan agar cepat selesai. Mungkin karena kelelahan, ia melantas pergi ke kamar asian buat menyegarkan diri.
Karena bangunan yang ditempatinya bukan termasuk bangunan orang kaya maka kamar mandinya juga juga sederhana sekali, pintunya sahaja hanya terbuat dari besi putih yang tidak bisa tertutup rapat, bagian bawahnya berburai sekeliling 5 cm, dengan bagian kanan atau kiri bab juga enteng diintip. Aku pernah hafal dengan bentuk kamar asian ini karena ai sering curi bisik-bisik dobel anak Pak Kadus yang lagi SMP dengan SMU detik mengatur mandi. Meskipun mengatur berwajah manis melainkan lagi bertekuk lutut putih dengan afdeling dibandingkan sih Windi.
Aku masuk dengan halaman belakang karena kamar mandinya juga terletak di halaman belakang. Mungkin karena pernah menganggap aman selepas bab ambang ditutup dengan dikunci rapat, ia asian dengan santai dengan menyanyi-nyanyi corak pop Britney Spears kesukaannya. Saat ai berangkat mengintip, ia alang mencangkung buat kencing sehingga ai berangkat khawatir kalau-kalau ia melihatku sebab ia mencangkung menghadap bab ambang kamar asian sedangkan ai mengintipnya dari kaki (gunung) pintu. Tetapi untungnya ia hanya melihat ke kaki (gunung) lantai.
Saat ia kencing itulah ai menganggap terangsang. Vaginanya terlihat bayan karena berburai lebar dengan bulu-bulunya yang keriting dengan lebat, dengan yang paling kusukai dari dia tentunya adalah karena ia lagi perawan. Aku oke ingin merasakan bagaimana rasanya vagina bikir yang lagi anak dara karena semasa ini ai hanya berpacaran dengan berhubungan dekat dengan wanita yang pernah tidak anak dara dengan tidak secantik dia.
Setelah ia selesai mandi, ai ingin segera berhenti dari bangunan itu, tetapi karena hari itu hujan, ai terpeleset detik memanjat pembatas dengan menyenggol pot tanaman engat ia melantas berhenti dari kamar asian dengan hanya menutup handuk buat melihat bahana apa itu dengan melantas memergokiku.
“Loh Mas, mengapa disini, juga ngapain kamu Mas?”.
“Eh.. Emm.. Aku ee.. Lagi manjat pembatas tetapi kepeleset”, ujarku beralasan.
Karena pernah tak tahan melihat tubuhnya yang putih mulus dengan wangi itu ai mendekatinya dengan tanpa basa-basi melantas kusekap mulutnya. Dengan enteng ai bisa meringkusnya dengan melingkar tangannya karena di area itu terdapat banyak tali-tali tambang, dengan kuseret dia ke pada kamar tidur entah milik siapa. Di anda ai buka ikatannya dengan melantas kurebut handuknya sehingga ia telanjang bulat.
“Jangan Mas, jangan, kita kan tetangga”, ia hanya bisa menangis dengan memohon-mohon detik ai melepaskan sarwa bajuku.
“Emang gue pikirin, ai dah nggak tahan ngeliat badan afdeling lu!!”, bentakku.
Pistolku yang berukuran 18 cm ini melantas tegak acu ke arahnya. Aku melantas menubruk dia. Karena ia melakukan perlawanan terpaksa ai menampar dengan sedikit mencekiknya, karena hanya dengan cara inilah ia akhirnya bisa lemas dengan angkat tangan tanpa membuat baret kulit putih mulusnya. Aku berangkat menciumi bibir tipisnya dengan menjilati wajahnya dengan meremas-remas payudara dengan memelintir putingnya, kalakian ai melumat payudara dengan kerakah putingnya.
“Aah.. Aah sakit Mas!”, rintihnya kalakian ai berangkat meletakan penisku di arah vaginanya.
“Jangan digituin Mas, ampun Mas”, ia memohon dengan mengeluarkan cairan matanya.
“Santai aja Mbak, enak kok”
“Jangan Mas, jangan.. Aacchh.. Aacch.. Uucch sakit.. Ooch!!”, ia menjerit kesakitan detik ai berusaha keras memasukkan penisku ke pada vaginanya yang lagi tertutup rapat.
Lalu kubalik posisi tubuhnya sehingga ia berlutut dengan kutampar-tampar pantatnya engat memerah, dengan kujilat-jilat pantat mulusnya.
“Wow, pantat Mbak indah juga, bulet tetapi juga sekal banget”
Saat hampir kumasukkan penisku ke duburnya datang-datang bab berburai dengan sedia orang masuk. Windi ingat bahwa itu absolut temannya sehingga ia melantas berterika ajak tolong. Orang itu mengikuti teriakan Windi kalakian melantas menuju kamar ini engat ia kaget bukan main begitu juga denganku
“Hey, alang apa kau?”
“Eh.. Mm anu aku..” ai bingung menjawabnya.
Windi sempat lega melihat alpa seorang temannya datang. Teman pria Windi itu sempat ingin marah kala Windi akan kusodomi. Tetapi kala ia melihat kemolekan badan Windi, ia oke terdiam sesaat. Mungkin ia juga terangsang, karena detik ai melihat bibirnya ia mengucapkan kata “Wow” dengan lirih menurut tidak sengaja. Tanpa disangka ia kalakian malah memberi satu ijab kepadaku.
“Kalo lu ngasih ai bagian dari badan sexy ini, ai nggak bakalan ngomong ama jiran sebelah, OK?”
“Oh boleh saja, kita nikmati bareng-bareng aja.” tentu sahaja ai setujuan dari pada dikeroyok masa.
Dia melantas membuka bajunya yang pernah basah teperdaya hujan.
“Loh, Rob kamu ini gimana sih, ai ini temanmu” Windi menganggap cua kala ia melihat temannya itu alang mengeluarkan batang kejantanannya dari CD-nya.
“Iya ai juga tau lu ini temanku, tetapi kan cuman teman KKN aja dengan semasa ini ai acap terangsang ngeliat badan lu detik ngintip lu mandi, he.. he.. he”, ujarnya.
Aku melantas melanjutkan kegiatanku tadi. Saat Windi lagi berdebat dengan temannya, melantas sahaja kumasukkan penis 18,5 cm-ku ini ke lubang duburnya.
“Robi, kamu ini rendah aj.. Aacchh.. Aach.. Oocch!!” ia menjerit kesakitan.
“Ooch.. Aacch.. Yes wauw biar serat tetapi enak tenan Win duburmu!!”, ujarku.
Temannya juga tak tinggal diam, ia melantas menyodorkan batang kemaluannya ke wajah Windi.
“Nah Win entot nih kontolku, ha.. ha.. ha!!”, ia memaksa membuka cerat Windi dengan menjambaknya.
“Please Rob, please.. mmph.. mmphh!”.
Windi merasakan siksaan sampai hampir muntah, karena tentu ia belum suah mengulum penis seseorang. Kugenjot-genjot penisku, karena ai senang andaikan melihat payudaranya bergoyang-goyang.
“Aach.. Oocchh.. Yes!!”.
Akhirnya kusemprotkan enceran spermaku ke lubang duburnya. Si Robi juga beserta menghembuskan enceran kentalnya ke cerat Windi dengan memaksanya buat menelan semuanya dengan menjilati sisa-sisa sperma yang lagi menempel di penisnya. Lalu abdi beristirahat sebentar dengan merokok dengan menonton film cabul di bilik tengah. Lalu temannya yang ternyata bernama Robi itu singgah ke warung sebelah buat membeli vitamin penambah tenaga dengan obat kuat.
Setelah 30 menit, hari lagi hujan lebat sehingga teman-temannya yang asing kebolehjadian lagi akan lama pulangnya. Kami juga meneruskan memperkosa Windi. Ia mengira penderitaanya pernah berakhir karena detik ai menghampirinya, ia pernah memakai CD-nya kembali. Ia juga kaget detik ai menghampirinya sehingga ia melakukan sedikit pemberontakan tetapi tidak berbuah kalakian melantas kutampar engat jatuh dengan Robi melepaskan kembali CD-nya.
“Tolong sudahi sahaja Rob, ai pernah cape”, mohonnya.
“Hey ai kan belum nyoba vagina lu tau!”
Robi berbaring menelentang celentang di kasur dengan memanggul badan Windi dengan posisi tengkurap menghadap dirinya, dengan melantas menghujamkan penisnya ke vaginanya.
“Aacchh.. Uucchh.. Sst tolong, udah aja Rob, sakit..!”, rintihnya.
Tanpa kutunggu-tunggu, ai melantas beserta menunggangi badan Windi dengan memasukan penisku ke vaginanya sehingga penisku dengan penis Robi bergesekan pada eka vagina engat lapisan klitoris Windi robek dengan berdarah.
“Aacchh.. Aacch.. Uucch.. Sstt aduuh sakit banget, toloong!!”
Setelah sekeliling 25 menit, Robi memancarkan spermanya dulu kalakian mencabutnya, dengan badan Windi kubalikkan telentang. Lima menit akhirnya ganti ai yang memancarkan enceran hangat dengan kentalku. Aku juga lemas dengan menindih badan seksinya tetapi tidak melantas mencabut penisku dari vaginanya. Windi juga juga pernah sangat lemas tidak berdaya.
Karena hujan pernah berangkat agak reda, Robi melantas mengeluarkan HP-nya dengan memotret bagian-bagian fundamental badan telanjang Windi buat menggertak Windi agar tidak membuka cerat kepada siapapun. Lalu abdi memakaikan bajunya. Saat akhirnya 2 orang juga temannya datang, abdi terlihat alang menonton TV bersama.
Meskipun wajah Windi terlihat sedih, mengatur tidak mengetahui dengan tidak mempedulikannya karena tentu hubungan mengatur belum begitu akrab sebab mengatur sarwa berbeda jurusan lagi pula baru saling kenal beberapa hari. Tetapi beberapa hari kemudian, Windi akhirnya berterus terang kepada keluarganya bahwa ia menebak diperkosa akibat saya dengan temannya detik KKN, sehingga abdi juga ditangkap akibat petugas keamanan dengan dipenjara semasa 2,5 tahun.
Setelah insiden itu, penghuni desa saya menjadi trauma karena takut insiden itu akan terulang juga dengan itu menebak memperburuk nama desaku. Sejak detik itu andaikan sedia KKN lagi, orang desa saya ajak para anggota KKN khususnya bikir harus berpakaian sopan dengan tidak merangsang, karena pemuda di desaku tentu jarang berhenti desa, sehingga agak enteng terangsang andaikan melihat bikir cantik dengan pakaian yang sedikit menggoda.
Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG
Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG
Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG
– Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang suah saya publish ialah Cerita Dewasa Diperkosa Oleh 3 Orang Wanita. Cerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita amoral terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita cabul janda binal | Hai, namaku Dony. Aku tinggal di Yogya melainkan tidak di kotanya melainkan hanya di pedesaan marginal kota gudeg itu. Karena tidak mempunyai uang buat kuliah oke ai semasa beberapa bulan ini selepas pengumuman kelulusan SMU hanya menganggur sahaja di rumah.
Cerita Sex Terhot Sebuah Pemerkosaan ABG Cantik
Ilustrasi Foto Pemerkosaan ABG IGO Seksi
Cerita ini melambangkan insiden nyata di satu desa T***** di marginal kota Yogya pada warsa 1990-an, dengan ini menjadi sebuah trauma di desa saya, sehingga saya memberikan nama-nama samaran biar tidak membebani pihak lain.
Pada pertengahan bulan Maret warsa 1990-an, desaku kedatangan sekelompok siswa yang akan melakukan KKN. Mungkin karena ini adalah baru perdana kalinya desaku oke area arah KKN sehingga orang desaku sangat gembira mengikuti akan sedia siswa yang akan beserta mendukung meringankan beban pada membentuk desa abdi pertama akal dusunnya.
Kebetulan bangunan tinggal yang di pinjamkan akibat akal dusun buat sekelompok siswa itu bersebelahan dengan bangunan saya, sehingga menurut otomatis saya oke bisa berkenalan dengan mereka. Mereka beranggotakan delapan orang, panca di antaranya cowok, tiga yang lainya cewek. Kebanyakan mengatur bukan orang Yogya asli. Mereka sedia yang berasal dari Bandung, Sumatra, dengan Sulawesi, cuma eka orang yang berasal dari Yogya.
Mereka ditugaskan akibat akal dusun desa saya buat membentuk sebuah kamar asian umum buat alat desa yang semasa ini belum terbangun. Setiap hari, kala mengatur sibuk dengan aktivitas mereka, ai acap memperhatikan alpa eka anggota bikir dari ketiga mahasiswi tersebut. Ia bernama Windy, usianya sekeliling 22 tahun, lebih tua 3 warsa denganku detik itu. Tingginya sekeliling 167 cm, asalnya dari Bandung. Para pembaca ingat sendiri kan kalau orang Bandung umumnya berkulit putih mulus.
Aku acap memperhatikan Windy karena tubuhnya yang indah dengan bahenol itu, ia memakai BH yang berukuran mungkin sekeliling 34 atau lebih, karena tentu payudaranya sangat menonjol, lagi pula detik kerja ia hanya menggunakan Alkus ketat dengan memakai celana gunung hanya pada bagian atasnya saja, mungkin karena panas sehingga bagian bawahnya tidak dipakainya detik bekerja, kendatipun detik berdiri hanya sampai lutut, melainkan detik mencangkung atau beristirahat bersila, pahanya yang putih mulus itu sangat terlihat bayan dengan detik berkeringat, BH-nya terlihat bayan karena tercetak teperdaya keringat. Aku bayan sangat jatuh dengan bernafsu, lagi pula di desaku jarang melihat bikir putih secantik dia.
Suatu ketika, detik mengatur alang beraksi keras, entah apa pasal Windy minta diantarkan temannya ke area tinggalnya yang berjarak sekeliling 200 m dari area kerjanya, ai melantas mengikutinya karena hanya gadis itulah yang ai sukai badan seksinya.
Sesampai di bangunan mereka, Silvi teman Windi yang mengantarkannya, diminta Windi buat segera kembali ke teman-temannya buat mendukung aktivitas yang alang mengatur kerjakan agar cepat selesai. Mungkin karena kelelahan, ia melantas pergi ke kamar asian buat menyegarkan diri.
Karena bangunan yang ditempatinya bukan termasuk bangunan orang kaya maka kamar mandinya juga juga sederhana sekali, pintunya sahaja hanya terbuat dari besi putih yang tidak bisa tertutup rapat, bagian bawahnya berburai sekeliling 5 cm, dengan bagian kanan atau kiri bab juga enteng diintip. Aku pernah hafal dengan bentuk kamar asian ini karena ai sering curi bisik-bisik dobel anak Pak Kadus yang lagi SMP dengan SMU detik mengatur mandi. Meskipun mengatur berwajah manis melainkan lagi bertekuk lutut putih dengan afdeling dibandingkan sih Windi.
Aku masuk dengan halaman belakang karena kamar mandinya juga terletak di halaman belakang. Mungkin karena pernah menganggap aman selepas bab ambang ditutup dengan dikunci rapat, ia asian dengan santai dengan menyanyi-nyanyi corak pop Britney Spears kesukaannya. Saat ai berangkat mengintip, ia alang mencangkung buat kencing sehingga ai berangkat khawatir kalau-kalau ia melihatku sebab ia mencangkung menghadap bab ambang kamar asian sedangkan ai mengintipnya dari kaki (gunung) pintu. Tetapi untungnya ia hanya melihat ke kaki (gunung) lantai.
Saat ia kencing itulah ai menganggap terangsang. Vaginanya terlihat bayan karena berburai lebar dengan bulu-bulunya yang keriting dengan lebat, dengan yang paling kusukai dari dia tentunya adalah karena ia lagi perawan. Aku oke ingin merasakan bagaimana rasanya vagina bikir yang lagi anak dara karena semasa ini ai hanya berpacaran dengan berhubungan dekat dengan wanita yang pernah tidak anak dara dengan tidak secantik dia.
Setelah ia selesai mandi, ai ingin segera berhenti dari bangunan itu, tetapi karena hari itu hujan, ai terpeleset detik memanjat pembatas dengan menyenggol pot tanaman engat ia melantas berhenti dari kamar asian dengan hanya menutup handuk buat melihat bahana apa itu dengan melantas memergokiku.
“Loh Mas, mengapa disini, juga ngapain kamu Mas?”.
“Eh.. Emm.. Aku ee.. Lagi manjat pembatas tetapi kepeleset”, ujarku beralasan.
Karena pernah tak tahan melihat tubuhnya yang putih mulus dengan wangi itu ai mendekatinya dengan tanpa basa-basi melantas kusekap mulutnya. Dengan enteng ai bisa meringkusnya dengan melingkar tangannya karena di area itu terdapat banyak tali-tali tambang, dengan kuseret dia ke pada kamar tidur entah milik siapa. Di anda ai buka ikatannya dengan melantas kurebut handuknya sehingga ia telanjang bulat.
“Jangan Mas, jangan, kita kan tetangga”, ia hanya bisa menangis dengan memohon-mohon detik ai melepaskan sarwa bajuku.
“Emang gue pikirin, ai dah nggak tahan ngeliat badan afdeling lu!!”, bentakku.
Pistolku yang berukuran 18 cm ini melantas tegak acu ke arahnya. Aku melantas menubruk dia. Karena ia melakukan perlawanan terpaksa ai menampar dengan sedikit mencekiknya, karena hanya dengan cara inilah ia akhirnya bisa lemas dengan angkat tangan tanpa membuat baret kulit putih mulusnya. Aku berangkat menciumi bibir tipisnya dengan menjilati wajahnya dengan meremas-remas payudara dengan memelintir putingnya, kalakian ai melumat payudara dengan kerakah putingnya.
“Aah.. Aah sakit Mas!”, rintihnya kalakian ai berangkat meletakan penisku di arah vaginanya.
“Jangan digituin Mas, ampun Mas”, ia memohon dengan mengeluarkan cairan matanya.
“Santai aja Mbak, enak kok”
“Jangan Mas, jangan.. Aacchh.. Aacch.. Uucch sakit.. Ooch!!”, ia menjerit kesakitan detik ai berusaha keras memasukkan penisku ke pada vaginanya yang lagi tertutup rapat.
Lalu kubalik posisi tubuhnya sehingga ia berlutut dengan kutampar-tampar pantatnya engat memerah, dengan kujilat-jilat pantat mulusnya.
“Wow, pantat Mbak indah juga, bulet tetapi juga sekal banget”
Saat hampir kumasukkan penisku ke duburnya datang-datang bab berburai dengan sedia orang masuk. Windi ingat bahwa itu absolut temannya sehingga ia melantas berterika ajak tolong. Orang itu mengikuti teriakan Windi kalakian melantas menuju kamar ini engat ia kaget bukan main begitu juga denganku
“Hey, alang apa kau?”
“Eh.. Mm anu aku..” ai bingung menjawabnya.
Windi sempat lega melihat alpa seorang temannya datang. Teman pria Windi itu sempat ingin marah kala Windi akan kusodomi. Tetapi kala ia melihat kemolekan badan Windi, ia oke terdiam sesaat. Mungkin ia juga terangsang, karena detik ai melihat bibirnya ia mengucapkan kata “Wow” dengan lirih menurut tidak sengaja. Tanpa disangka ia kalakian malah memberi satu ijab kepadaku.
“Kalo lu ngasih ai bagian dari badan sexy ini, ai nggak bakalan ngomong ama jiran sebelah, OK?”
“Oh boleh saja, kita nikmati bareng-bareng aja.” tentu sahaja ai setujuan dari pada dikeroyok masa.
Dia melantas membuka bajunya yang pernah basah teperdaya hujan.
“Loh, Rob kamu ini gimana sih, ai ini temanmu” Windi menganggap cua kala ia melihat temannya itu alang mengeluarkan batang kejantanannya dari CD-nya.
“Iya ai juga tau lu ini temanku, tetapi kan cuman teman KKN aja dengan semasa ini ai acap terangsang ngeliat badan lu detik ngintip lu mandi, he.. he.. he”, ujarnya.
Aku melantas melanjutkan kegiatanku tadi. Saat Windi lagi berdebat dengan temannya, melantas sahaja kumasukkan penis 18,5 cm-ku ini ke lubang duburnya.
“Robi, kamu ini rendah aj.. Aacchh.. Aach.. Oocch!!” ia menjerit kesakitan.
“Ooch.. Aacch.. Yes wauw biar serat tetapi enak tenan Win duburmu!!”, ujarku.
Temannya juga tak tinggal diam, ia melantas menyodorkan batang kemaluannya ke wajah Windi.
“Nah Win entot nih kontolku, ha.. ha.. ha!!”, ia memaksa membuka cerat Windi dengan menjambaknya.
“Please Rob, please.. mmph.. mmphh!”.
Windi merasakan siksaan sampai hampir muntah, karena tentu ia belum suah mengulum penis seseorang. Kugenjot-genjot penisku, karena ai senang andaikan melihat payudaranya bergoyang-goyang.
“Aach.. Oocchh.. Yes!!”.
Akhirnya kusemprotkan enceran spermaku ke lubang duburnya. Si Robi juga beserta menghembuskan enceran kentalnya ke cerat Windi dengan memaksanya buat menelan semuanya dengan menjilati sisa-sisa sperma yang lagi menempel di penisnya. Lalu abdi beristirahat sebentar dengan merokok dengan menonton film cabul di bilik tengah. Lalu temannya yang ternyata bernama Robi itu singgah ke warung sebelah buat membeli vitamin penambah tenaga dengan obat kuat.
Setelah 30 menit, hari lagi hujan lebat sehingga teman-temannya yang asing kebolehjadian lagi akan lama pulangnya. Kami juga meneruskan memperkosa Windi. Ia mengira penderitaanya pernah berakhir karena detik ai menghampirinya, ia pernah memakai CD-nya kembali. Ia juga kaget detik ai menghampirinya sehingga ia melakukan sedikit pemberontakan tetapi tidak berbuah kalakian melantas kutampar engat jatuh dengan Robi melepaskan kembali CD-nya.
“Tolong sudahi sahaja Rob, ai pernah cape”, mohonnya.
“Hey ai kan belum nyoba vagina lu tau!”
Robi berbaring menelentang celentang di kasur dengan memanggul badan Windi dengan posisi tengkurap menghadap dirinya, dengan melantas menghujamkan penisnya ke vaginanya.
“Aacchh.. Uucchh.. Sst tolong, udah aja Rob, sakit..!”, rintihnya.
Tanpa kutunggu-tunggu, ai melantas beserta menunggangi badan Windi dengan memasukan penisku ke vaginanya sehingga penisku dengan penis Robi bergesekan pada eka vagina engat lapisan klitoris Windi robek dengan berdarah.
“Aacchh.. Aacch.. Uucch.. Sstt aduuh sakit banget, toloong!!”
Setelah sekeliling 25 menit, Robi memancarkan spermanya dulu kalakian mencabutnya, dengan badan Windi kubalikkan telentang. Lima menit akhirnya ganti ai yang memancarkan enceran hangat dengan kentalku. Aku juga lemas dengan menindih badan seksinya tetapi tidak melantas mencabut penisku dari vaginanya. Windi juga juga pernah sangat lemas tidak berdaya.
Karena hujan pernah berangkat agak reda, Robi melantas mengeluarkan HP-nya dengan memotret bagian-bagian fundamental badan telanjang Windi buat menggertak Windi agar tidak membuka cerat kepada siapapun. Lalu abdi memakaikan bajunya. Saat akhirnya 2 orang juga temannya datang, abdi terlihat alang menonton TV bersama.
Meskipun wajah Windi terlihat sedih, mengatur tidak mengetahui dengan tidak mempedulikannya karena tentu hubungan mengatur belum begitu akrab sebab mengatur sarwa berbeda jurusan lagi pula baru saling kenal beberapa hari. Tetapi beberapa hari kemudian, Windi akhirnya berterus terang kepada keluarganya bahwa ia menebak diperkosa akibat saya dengan temannya detik KKN, sehingga abdi juga ditangkap akibat petugas keamanan dengan dipenjara semasa 2,5 tahun.
Setelah insiden itu, penghuni desa saya menjadi trauma karena takut insiden itu akan terulang juga dengan itu menebak memperburuk nama desaku. Sejak detik itu andaikan sedia KKN lagi, orang desa saya ajak para anggota KKN khususnya bikir harus berpakaian sopan dengan tidak merangsang, karena pemuda di desaku tentu jarang berhenti desa, sehingga agak enteng terangsang andaikan melihat bikir cantik dengan pakaian yang sedikit menggoda.
Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG
Sekian ulasan tentang Cerita Dewasa 2017 Terhot Pemerkosaan ABG, semoga pembahasan ini dapat berguna pembaca salam
Artikel ini diposting pada kategori


Komentar
Posting Komentar