
Foto Sex Jablay: Cerita Sex Meniduri Janda Jilbab - Allow, selamat pagi berjumpa lagi bersama web Cerita Dewasa teramai artikel ini saya akan membawakan hal mengenai Seputar Cerita Dewasa Foto Sex Jablay: Cerita Sex Meniduri Janda Jilbab simak selengkapnya
Foto Sex Jablay Menyediakan konten eksklusif riwayat dewasa berupa : sex tante hot, riwayat abg mesum, sex memek perawan, sex sekandung nyata, ngentot janda horny disertai foto bugil – Meniduri Janda Jilbab.
Biasanya ai memanggil dengan kata neng dengan kisah ini terjadi 2 tahun yang lalu, yaitu dengan ikhwan kantorku dengan status janda dengan beranak 1, ai diam diam tertarik dengannya kendatipun dia telah janda di pikiranku pastinya dia berpengalaman di urusan ranjang, wajahnya ayng biasa saja tubuhnya mungil ukuran payudaranya juga cukup sedang saja.
Cerita Dewasa Meniduri Janda Jilbab
| Cerita Mesum Meniduri Janda Jilbab |
Sebagai seorang janda neng nampaknya amat haus akan belaian seorang pria, dengan tampaknya dia tertarik padaku. Hal ini kuketahui dari pandangannya padaku dengan cara dia memperlakukanku. Terkadang beliau memandangiku dengan berusaha memegang tanganku bila cukup ngobrol berdua dengannya.
Sebagai seorang lelaki normal ai senang sekali dengan perlakuan bagaikan itu, makin musim dia makin akrab denganku, makan bersih berdua, pegang2 tangan, apalagi setalah beberapa rentang waktu beliau tak segan2 berulang buat membentur pipiku…bahkan bibirku.
Suatu musim neng tak masuk kerja atas sakit, dengan atas urusan aktivitas ai terpaksa harus menemuinya, musim itu ai menghubunginya buat menyanyakan keadaannya dengan bertanya apakah ai dapat bertemu dia atas ada beberapa laporan yang butuh tanda-tangannya.
Singkat riwayat ai meluncur mengabah rumahnya, di perjalanan ai membayangkan kira2 apa akur yang akan terjadi nanti? Aku memalu akses rumahnya beberapa kali, akhirnya akses rumah terbuka dengan muncul anak laki2 memakai seragam smp, alih-alih beliau anak neng.
“eh…om rony, masuk om…”, sapanya dengan mempersilahkan ai masuk. “mama ada de?…, tadi om telah telepon dengan janji ketemu mama…” tanyaku.
“ada, biyung cukup di kamar, sebentar akur ade panggilkan…” jawabnya, akhirnya ade melangkah mengabah kamar neng dengan berteriak “maa…., ada tamu tuh dari kantor…om rony…”
Pintu kamar terbuka dengan muncullah sosok neng, wajahnya kasat mata berbeda dari yang sebelumnya kulihat, raut wajahnya sayu, dengan perbedaanya ialah atas beliau kini tak memakai jilbab. Rambutnya pendek sehingga dengan jelas menampakkan lehernya yang jenjang.
Saat itu Neng memakai kimono pink bermotif bunga.
“Ma, ai beranjak sekolah dulu ya…” perkataan ade dengan membentur lengan Neng “Ya…, hati2 di jalan akur de…, salam dulu tuh ke om rony” perkataan neng.
Ade lalu menghampiriku dengan berpamitan dengan membentur tanganku,
“Ade berangkat dulu akur om…” “Ya…”, ujarku singkat. Lalu beliau berlalu meninggalkan aku berdua, otakku berangkat ngeres…wah kebenaran nih ade berangkat sekolah, jadi ai bisa bermesraan dengan mamanya…, namun ai berusaha memasung awak dengan berkata
“Gimana neng, udah enakan? maaf akur ai mengganggu, soalnya laporan ini harus masuk musim ini”
“Ya..lumayan deh, tapi lagi kurang pusing, mana berkasnya biar ai tandatangani”, jawab neng dengan berangkat kearahku.
Kami duduk berhadapan, akhirnya beliau mengambil berkas yang ai sodorkan lalu berangkat menandatanganinya. Karena kedudukan Neng gamak menunduk, alkisah dengan jelas ai dapat melihat belahan dadanya dari sela2 kimononya yang longgar, dengan alih-alih neng tak memakai bra sehingga itil buah dadanya kasat mata menonjol.
Aku menatapnya sonder berkedip, ukurannya memang tak besar tapi bentuknya terlihat lagi kencang dengan terasa amat menantang buat dijelajahi.
“Hey…, kamu berulang liatin apa?”, perkataan neng mengagetkan aku. “nggak kok, ai cukup mengacuhkan tanda tanganmu…” kilahku
“Tanda lengan atau payudaraku?” kata neng akhirnya dengan tersenyum. “hehehe…, itu…, belahan payudaramu terlihat sedikit…, sayang kalau ai melewatkannya…”, candaku.
“ah kamu…, nih telah selesai…”, perkataan neng dengan menyodorkan kembali berkas2 padaku. “ya udah ai langsung ke kantor berulang ya…” kataku dengan memasukan berkas2 tadi kedalam tas.
“Nanti dulu dong, kamu mempergiat baru saja datang…, lagi pula ai akan berharap tolong kurang nih”… jawab neng dengan beranjak mendekatiku dengan memegang tanganku. “Tolong pijitin ai akur ron, badanku pegal2…sakit smua.., yaa…sebentar aja..” pinta neng dengan menarik tanganku dengan beranjak mengabah kamarnya.
Bagai kerbau dicocok alat pencium ai menuruti saja kemauannya, sesampai di kamar dia menarik pinggangku sehingga kedudukan aku saling berhadap-hadapan dengan jarak yang amat dekat, wajahnya berada amat akrab dengan wajahku lalu akhirnya bibirnya tiba2 membentur bibirku, tangannya memegang bagian belakang kepalaku dengan menariknya seakan menyuruhku buat bergerak kemu bibirnya.
lidahnya bermain-main di mulutku melahirkan nafsuku gontai bangkit. Kemudian ai menarik bibirku dengan melepas ciumanku, lalu ai berbicara “katanya akan pijit…kok malah ngajak cipokan?” “hehehe…abis ai kangen ron, lagi pula kita mempergiat jarang2 berduaan gini…” ujarnya
Kemudian dia menarik tali pengikat kimononya lalu melepas kimononya membiarkannya terjatuh dilantai, tersembullah kedua buah depan yang tadi kuintip dari luar, dengan beliau alih-alih tak memanfaatkan bra, tetapi lagi memanfaatkan cd-nya…, bentuk tubuhnya amat ideal, perut yang langsing, buah depan dengan pantat yang lagi kencang.
“kamu tadi ngintip ini kan?…” katanya dengan menarik tanganku ke buah dadanya, lalu meremaskan tanganku di buah dadanya itu.
“ayo kini liat deh sepuasnya, ga usah ngintip… hihihi” lengan kananku meremas- remas buah depan kanannya dengan mulutku dengan bergas menghisap itil kirinya, membentur dengan menjilatinya dengan rakus, sementara lengan kiriku berangkat beranjak meremas2 bongkahan pantat neng.
“Sssshhh….aahhhh…”, neng kurang merintih ketika ai menghisap itil susunya, lalu tangannya beranjak mencari- cari retsleting celanaku, membukanya, melancarkan ikat pinggangku lalu memelorotkan celana dalamku, otomatis burungku yang telah berdiri langsung menyembul.
Neng merubah posisinya jadi berjongkok, akhirnya beliau membentur kemaluanku, menjilati dengan menghisapnya…”..arrggghhh… .enak neng”, ai melenguh keenakan… Sambil berjongkok Neng bergerak kemu dengan menghisap- hisap penisku
Sambil tangannya memijit-mijit pantatku, sebagai seorang janda nampaknya beliau amat merindukan kontol lelaki, sehingga saat menemukannya seolah beliau tak akan berakhir menikmatinya…
Beberapa saat kubiarkan neng bermain-main dengan senjataku, apalagi ai amat menikmati permainannya…, jilatan dengan hisapannya melahirkan nafsuku makin tak terbendung. Aku angkat badannya dengan merebahkannya di area tidur…, kini aku bergulat dengan kedudukan 69, neng berada dibawah bergerak kemu dengan menghisap penisku, sementara ai menjilati kemaluannya dari dalam celana dalamnya yang telah basah.
Kutarik cdnya dengan neng memanggul pantatnya keatas sehingga memudahkan ai buat melancarkan cdnya…, kujilati klitoris neng dengan gontai “ssssshhhh….aahhhh….” desahan neng semakin keras ketika kujilati labianya yang telah amat basah dengan berdenyut-denyut, pantatnya bergelinjang bertambah kemari.
Denyutan di memeknya itu makin bangkit berbarengan makin kerasnya desahan Neng, Tak rentang waktu kemudian, “Aaaahhh….aaghh….oohhhh… wron…..” rupanya neng telah mendapatkan orgasme pertamanya, kurasakan enceran keluar dari memek neng… kujilati bergerak dengan bergerak sehingga tak ada yang tersisa…
Aku segera berbalik dengan memposisikan kontolku di lubang vagina Neng. Kugesek- gesekan gontai kepala kontolku di bibir kemaluannya, Neng menggelinjang-gelinjang seolah tak sabar buat menjumpai burungku masuk ke lubang kenikmatannya.
“… shhhh..ooohhh…ayo dong ron…tunggu apa lagi…” Perlahan kumasukan kontolku ke vagina neng…, blessssshhh….karena telah basah alkisah sonder hambatan burungku membuka liang senggama janda berjilbab ini, kutusuk-tusuk gontai dengan berangkat aktivitas memompa vagina neng.
“aaahhhh… ohhhh…” Neng berangkat merintih- mengerang menjumpai kenikmatan yang sekian rentang waktu tak pernah dirasakannya, pantatnya berayun beranjak mengikuti rima permainan dengan bacokan kontolku ke di memeknya.
Beberapa saat aku bercinta di kedudukan missionari ini, ai akui kendatipun berpredikat sebagai seorang janda beranak satu, namun jepitan vagina neng lagi terasa bangkit mencengkram batang kemaluanku yang berukuran sedang, tak terlalu besar tetapi juga tak kecil bagaikan rata-rata ukuran kemaluan anak Adam indonesia.
Bahkan vagina neng terasa dapat memijit mijit batang kemaluanku, sehingga kemaluanku serasa diperas bagi vaginanya. Kemudian ai merubah kedudukan bercinta ini jadi doggy style, kumasukkan kontolku ke vagina neng dari arah belakang dengan meremas- remas pantatnya.
Dalam kedudukan ini ai menjumpai kenikmatan yang bertambah dahsyat, mungkin dikarenakan di kedudukan ini vagina neng bertambah menjepit kontolku dibanding kedudukan missionary. Neng bergerak menggerakan pingulnya kedepan dengan kebelakang, buah dadanya bergantung dengan sesekali ai peras dengan tanganku.
“… oouugghhh….shhhh…t erus ron…aku telah akan keluar….” desahan dengan rintihan neng semakin jadi melahirkan ai semakin bernafsu dengan mempercepat rima kocokanku…
”plok…plok…plo k…” suara selangkanganku yang beradu dengan pantatnya berbarengan aktivitas pompaanku…
“….aaaahhh…enak neng, memekmu dalam biasa….” ai berangkat acau menjumpai sesuatu yang menjamah seolah akan meledak di akhir kepala kemaluanku,
“….ssshhh… arrrghh..” Kemudian kurubah berulang posisiku, kubalikan berulang badan neng, ku angkat kakinya sehingga menyentuh dadanya, di kedudukan ini vagina neng terlihat bertambah jelas, buah dadanya dengan ekspresi wajahnyapun dapat kulihat dengan jelas
Kumasukan berulang kontolku dengan memegang dengan menekan kedua kakinya ke bahunya, tanganku memijit-mijit kedua buah dadanya yang semakin keras, bibirku kemu bibirnya dengan menyedot-nyedot lidahnya…, tusukanku semakin kupercepat dengan rasanya akhir kepala kontolku telah mentok di rahimnya,
Desahan neng semakin jadi menjumpai kenikmatan yang dalam biasa “….shhhhh… aaahhhh….a yo ron ai kurang berulang keluar…”, neng menggoyang pantat dengan pinggulnya berlawanan dengan aktivitas bacokan kontolku di memeknya…”aaaahhh… aahhh… “…, beberapa saat akhirnya ai merasa tak bangkit berulang memasung lahar yang akan kusemburkan kedalam vagina neng, sarwa tubuhku bergetar ketika menjumpai sensasinya…
“…oooohhhh… ai keluar neng… aahhhhh…”…, kutancapkan dalam-dalam kontolku di lubang senggama neng, neng pun merintih menjumpai tumpahan lahar panasku jauh didalam liang vaginanya…
” ….arrrghhhh…nikmat sekali roooonn….”…, akupun memeluknya erat-erat dengan tak merubah posisiku beberapa saat….”aaahhh…” burungku berkedutan melepas sisa-sisa mani dari kontolku…, sehabis beberapa saat akupun melancarkan pelukanku dengan berbaring disisinya… “Makasih ya…”, bisik neng perlahan
Kemudian beliau memelukku dari samping dengan kepalanya bersandar di dadaku…, kamipun terdiam sesaat…seolah terhanyut bagi impian aku masing2… Jujur saat itu ai termenung sekaligus gembira…karena alhasil ai berhasil memerkosa sang janda berjilbab… hehehe.
Aku jadi ingat video smu bispak yang juga memanfaatkan jilbab, alih-alih jilbab bukan budi pekerti nya dia menggunakannya justru atas sekolah, kesehariannya definit tidak, inilah yang ai sesalkan, sebuah simbol agama jadi masalah. seharunya tidak, pintar pintar kitalah menyikapi seks janda berjilbab , status janda atau jilbab apalagi janda berjilbab.
Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Tante Sange | Cerita ABG Bispak | Cerita Memek Perawan | Cerita Sedarah | Cerita Telanjang | Tips Bercinta | Foto Hot Bugil
Demikianlah ulasan mengenai Foto Sex Jablay: Cerita Sex Meniduri Janda Jilbab, semoga info ini dapat berguna pembaca salam
Artikel ini diposting pada tag , tanggal 11-09-2019


Komentar
Posting Komentar